Kamis, 19 Maret 2009

TUGAS MULTIPLE INTELLIGENCES

Multiple Intelligences
Salah satu faktor yang dominan dalam dunia pendidikan adalah terkait dengan konsep kecerdasan/inteligensi. Ada banyak teori dari para pakar seputar kecerdasan ini. Salah satu tokoh utama adalah William Stern yang berpendapat bahwa inti kecerdasan dibawa sejak lahir. Berdasar pendapat Stern ini kemudian dikembangkan oleh pakar lainnya sejumlah instrumen untuk menguji kecerdasan bawaan seseorang. Lewat berbagai metode dan analisis pengukuran maka kemudian dikenal hasil pengukuran inteligensi umum yang kemudian dikenal dengan IQ (Intelligence Quotient).
Permasalahan berikutnya seputar IQ ini adalah; apakah kecerdasan seseorang yang terukur lewat test IQ ini merupakan bawaan ataukah hasil belajar ?. Sejumlah penelitian di Inggris ternyata menunjukkan pada kesimpulan tingkat IQ seseorang ternyata dipengaruhi pula oleh tingkat pendidikan dan proses belajarnya. Termasuk unsur lain yang berpegaruh adalah moral budaya orang tuanya (culture capital), termasuk didalamnya adalah status sosial dan ekonomi keluarganya.
Dalam perjalanannya, test IQ banyak mendapat kritikan. Salah satunya adalah dari Gardner yang berpendapat bahwa seseorang tidak hanya ditentukan oleh tingkat inteligensia umumnya saja namun ditentukan oleh serangkaian inteligensia. Dalam pendapatnya ini Gardner kemudian mengajukan teori Multiple Intelligences (MI).
Menurut Gardner, dalam diri seseorang terdapat tujuh inteligensi utama, yaitu :
Visual/Spatial Intelligences. Yaitu kemampuan untuk mempersepsi hal-hal yang sifatnya visual. Orang dengan kekuatan inteligensi ini cenderung berfikir dalam bentuk gambar untuk mengolah informasinya.
Sediakan alat kerajinan tangan. Sangat menyenangkan jika anak berhasil membuat sesuatu dengan kertas-kertas, krayon, gunting dan lem.
Sediakan alat melukis. Mulai ajari anak melukis dengan menggunakan jari-jarinya lalu lanjut menggunakan cat air, akrilik dan cat minyak.
Menggunakan software. Bisa juga anak menggambar dan membuat ilustrasi menggunakan komputer
Verbal/Linguistic Intelligences. Yaitu kemampuan untuk menggunakan kata dan bahasa. Umumnya orang dengan inteligensi ini memiliki ketrampilan bahasa yang tinggi dan sangat mahir sebagai pembicara.
Seperti;
Cinta Buku. salah satu kegiatan yang disukai anak adalah kegiatan membaca. Mulailah memperkenalkan anak usia prasekolah pada buku cerita dongeng, puisi sederhana, bacaan untuk anak. Saat usia sekolah, perkenalkan anak dengan majalah anak, novel, komik, dan ensiklopedi.
Televisi. Percaya atau tidak, tivi bisa mendemonstrasikan banyak hal melalui acara program edukasi, atau DVD. Atau anak belajar membaca melalui teks dialog yang ditampilkan di layar tv
Banyak menulis. Dukung kegiatan menulis dengan menyediakan kertas, bolpoin, pensil dan krayon
3. Logical/Mathematical Intelligences. Yaitu kemampuan dalam penggunaan nalar, logika dan angka. Tipe ini cenderung kuat dalam hal konseptual dan mencari hubungan logis dan numerik.
Sediakan instrumen matematik. Biarkan anak bereksplorasi dengan kompas, penggaris, skala, gelas ukur.
Gunakan peralatan. Alat berhubungan dengan kecerdasan logika dan gerak tubuh anak. Setiap peralatan memerlukan pemahaman logika untuk menggunakannya. Dorong anak untuk belajar menggunakan banyak peralatan.
Komputer. Anak Anda pasti suka memencet tombol atau bermain games. Pada anak usia sekolah sudah mulai bisa diajarkan membuat database, surfing website atau belajar program komputer yang bisa membangun pengaturan logika dan struktur anak.
Body/Kinaesthetic Intelligences. Yaitu kemampuan untuk mengontrol gerakan tubuh dan menangani objek-objek dengan trampil, memiliki kepekaan dan keseimbangan dan koordinasi yang baik antar anggota tubuh.
Lemari Kostum. Kembangkan imajinasi anak dengan bermain sebagai aktor menggunakan kostum dan make up.
Peralatan Olahraga. Peralatan olahraga dan permainan membantu mengembangkan kordinasi mata-tangan dan mengembangkan kemampuan gerak motorik anak. Aktivitas fisik juga berperan dalam perkembangan cerebellum, bagian otak yang mengatur beberapa fungsi motorik. Juga daya ingat, konsentrasi, persepsi spasial, dan bahasa.
Aktivitas gerak motorik halus. Mengembangkan kemampuan motorik halusnya dengan kegiatan menjahit, merajut, menggambar atau kegiatan lain yang menggunakan keterampilan jari tangan dan kakinya.
Musical/Rhytmic Intelligences. Yaitu kemampuan untuk memproduksi dan mengapresiasi musik. Umumnya kuat dalam hal penggunaan suara, ritme dan pola dan sangat sensitif terhadap indra pendengarannya.
Pemain musik. Studi menemukan anak yang mendengarkan musik Mozart selama 10 menit, akan lebih baik pada kegiatan spasialnya. Penelitian menunjukkan beberapa jenis musik tertentu dapat meningkatkan kecerdasan anak.
Alat Instrumen. Penelitian membuktikan bermain musik tak hanya meningkatkan kecerdasan musik anak tapi juga bisa mengembangkan bagian otak.
Berkaraoke. Fasilitasi anak dengan beragam lagu yang bisa dinyanyikannya.
Interpersonal Intelligences. Yaitu kemampuan dalam hal berhubungan dengan dan memahahi seseorang. Mudah berempati dan memahami cara berfikir dan perasaan orang lain. Peka terhadap perasaan dan motivasi.
Telepon. Kegiatan menelepon dapat mengembangkan kemampuan anak berinteraksi. Namun, awasi pemakaian waktu penggunaan telepon.
Komputer. E-mail dan SMS adalah salah satu media baru berkomunikasi. Ajari anak menggunakan peralatan komunikasi inovatif.
Permainan. Bermain dengan anak meski permainannya sederhana seperti petak umpet, monopoli, catur, dan sebagainya. Komputer. E-mail dan SMS adalah salah satu media baru berkomunikasi. Ajari anak menggunakan peralatan komunikasi inovatif.
Ciptakan area bermain. Undang saudara, teman atau kerabat lainnya untuk bermain bersama anak. Orangtua dapat mengembangkan kemapuan anak berinteraksi dengan lingkungannya.
Intrapersonal Intelligences. Kemampuan untuk melakukan refleksi diri dan menyadari keadaan batinnya.
. Hobby station. Dukung anak menyalurkan hobinya. Anda bisa mengikut sertakan anak ke kelas fotografi, jurnalis, vokal. Musik, menggambar, untuk mengembangkan kecerdasan
Naturalis
Kolam ikan. Coba masukan tangannya ke kolam ikan atau akuarium. Hati-hati jangan sampai anak measukan tangannya ke mulut.
Binatang piaraan. Memelihara binatang piaraan merupakan cara terbaik anak berinteraksi dengan hewan. Anak belajar kebiasaan, karakteristik, dan perbedaan sifat hewan.
Kebun. Sekuntum bunga atau kebun tanaman bisa dijadikan perjalanan seru. Anda juga bisa mengajarkan tanaman di pot.
Peralatan observasi. Melihat dengan teleskop atau menggunakan gelas ukur atau mikroskop untuk menganalisa.
Dengan teori MI diatas, Gardner berpendapat bahwa setiap orang pada umumnya memiliki ke delapan inteligensi diatas dengan derajat yang berbeda-beda untuk setiap tipe inteligensinya.
Dalam bidang pendidikan, implementasi dari konsep MI dari Gardner diatas adalah :
1. Perluasan kurikulum sehingga institusi pendidikan tidak hanya memberikan tekanan pada penguasaan subyek-subyek pendidikan saja tetapi juga pada hal yang sifatnya adalah ketrampilan dan kapasitas peserta didik.
2. Kurikulum selayaknya difokuskan pada topik-topik tertentu yang kemudian dieksplorasi secara lebih mendalam. Inilah yang dimaskud dengan kompetensi.
3. Perbedaan individu peserta didik adalah sebuah kenyataan yang harus dipertimbangkan. Efektivitas proses pendidikan seharusnya mempertimbangkan perbedaan alamiah dari kemampuan individu.
( Sumber : Buku Effective Teaching : Teori dan Aplikasi karangan Daniel Muijs dan David Reynolds, Penerbit Pustaka Pelajar).
Sementara itu menurut versi lain dari sumber yang berbeda (http://www.sekolahindonesia.com/) , konsep MI dari Gardner diidentifikasi tidak tujuh namun sembilan kecerdasan, yaitu :
· Kecerdasan Pertama : logis-matematis
· Kecerdasan Kedua : linguistic-verbal (kebahasaan)
· Kecerdasan Ketiga : spasial-visual
· Kecerdasan Keempat : musikal
· Kecerdasan Kelima : kinestetik-ragawi
· Kecerdasan Keenam : naturalis
· Kecerdasan Ketujuh : intrapersonal
· Kecerdasan Kedelapan : interpersonal
· Kecerdasan Kesembilan : eksistensial
Kecerdasan matematika-logika dan kecerdasan bahasa sering dikategorikan sebagai kecerdasan intelektual yang dulu sering dianggap sebagai faktor kepintaran seseorang. Padahal ada kecerdasan visual, musikal dan kinestetik-ragawi yang juga bisa mempengaruhi keberhasilan dalam dunia kerja. Enam kecerdasan tersebut bisa dikelompokan sebagai kategori keterampilan yang setidaknya harus dimiliki oleh seseorang untuk dapat bertahan hidup.
Tiga kecerdasan berikutnya, yakni naturalis, intrapersonal dan interpesonal dapat membantu seseorang untuk meraih kesuksesan dalam berkarir, berkeluarga dan hubungan antar sesama dan juga terhadap alam. Kecerdasan ini mencakup kemampuan membedakan dan menanggapi dengan tepat suasana hati, temperamen, motivasi, serta hasrat keinginan diri sendiri dan orang lain. Salah satu peneliti yang mendukung kecerdasan emosi ini adalah Daniel Goleman, yang terkenal dengan bukunya, Emotional Intelligence.
Sedang kecerdasan spiritual dapat membantu seseorang untuk menemukan kebahagiaan dalam hidupnya karena sudah menyadari makna hidup itu sendiri. Seseorang yang mengasah kecerdasan spiritualitasnya akan memiliki kelebihan yang terlihat dari integritas, karakter dan nilai hidup yang dimilikinya.
Beragam aspek kecerdasan dalam diri seseorang secara bersama-sama membangun tingkat kecerdasan orang tersebut. Kecerdasan beragam inilah yang membuat masing-masing orang memiliki kepribadian yang unik dan tidak sama satu dengan yang lainnya. Seseorang bisa memiliki beberapa bahkan semua kecerdasan tersebut dengan selalu mengasah dan melatih semua potensi yang ada pada dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar