1. Aplikasi MS Reader = merupakan aplikasi dengan extention .lit dari Microsoft seperti file akrobat reader dengan ext . pdf hanya MS Reader lebih atraktif baik dari sisi tampilan maupun tambahan fasilitas voice suku kata baik dalan english maupun bahasa indonesia
APLIKASI MSREADER
2. Aplikasi Hotpotatoes6 = Dengan aplikasi ini Anda dapat membuat teta teki, matching (mencocokkan), multiple choice dll
HOT POTATOES
3. Aplikasi Google Earth = Anda dapat menelusuri lokasi-lokasi favorit, rumah kenalan, tempat bermain, tempat makan, tempat kerja secara akurat
GOOGLE EARTH
Selamat mencoba...
UTS SIMPEN "TATA KELOLA PERPUS"
software plagism
Senin, 23 Maret 2009
Kamis, 19 Maret 2009
TEORI RECORDING
1. Dasar Suara (Sonic Fundamentals)
a. Keras vs. Lembut
Suara bergerak di udara. Telinga kita dibuat untuk sensitif pada getaran-getaran ini dan menterjemahkannya. Di dalam musik,istilah,”dinamik” menunjukkan apakah suatu suara itu “lembut” atau “keras”. Kemampuan dari sebuah media perekaman untuk membuat perbedaan antara lembut dan keras dinamakan “Area Dinamik (Dynamic Range)”. Piringan hitam dan kaset mempunyai sebuah batasan area dinamik sekitar 20 Db. Sedang CD dan Digital Audio Tape (DAT) mempunyai area dinamik yang penuh; itu berarti 100 Db. Faktor yang membatasi berapa banyak area yang bisa benar-benar anda dengarkan tergantung dari speaker,dan amplifier dan ruangan tempat anda mendengarkan. Teruskan membaca ….
b. Tinggi vs. Rendah
Kita telah mendengar istilah-istilah seperti “tajam(bright)”, ”tumpul(dull)”, “tipis(thin)” dan ”tebal/dalam(deep)” digunakan untuk menyatakan suatu musik. Ada dua hal yang kompleks mengenai hal ini. Yang pertama adalah bahwa kita mendengarkan hal yang sama secara berbeda.; “tajam(bright)” bagi seseorang adalah “tumpul(dull)” bagi yang lain. Yang kedua adalah ketepatan atau hasil, dari sumber suara kita, dengan kata lain speaker dan amplifier. Secara teknis, area frekwensi yang bisa didengar oleh pendengaran manusia adalah 20 Hertz(Hz) yang paling rendah dan 20 Kilohertz(Khz) yang paling tinggi. Kebanyakan area pendengaran manusia antara 40 Hz dan 16 Khz dan pada kenyataannya, spesifikasi area frekwensi radio FM adalah 50 Hz sampai 15 Khz. Sebuah radio mobil, boom box atau home stereo mempunyai dua buah knop/tombol EQ. Knop “Low”(rendah) dan “High”(tinggi) biasanya dipusatkan pada 100 Hz dan 10 Khz dengan sebuah petunjuk “fixed Q”(Q tetap). Q menunjukkan daerah frekwensi yang dipengaruhi oleh “boost”(penguatan) atau “cut”(pelemahan) dan dinyatakan dalam oktaf. Hasilnya tidak terlalu mencolok, tetapi untuk pemakaian konsumen ini sederhana, menyenangkan dan biasanya sudah cukup. Tombol loudness adalah hanya sebuah penguatan frekwensi rendah untuk menggantikan tidak jelasnya frekwensi rendah pada level yang rendah untuk didengar.c. Speaker dan Amplifier dan Ruangan
Ini adalah tahap terakhir sebelum kuping anda melakukan tugasnya. Setiap masalah disini mempengaruhi reproduksi suara, dan ditambah kemampuan anda menterjemahkan apa yang anda dengar. Amp, speaker dan ruangan dimana mereka berada, semuanya merupakan peralatan pendengaran. Ketika anda mencampur(mix) suara secara baik di studio tetapi terdengar buruk di tempat lain, maka anda tahu ada yang salah.“Flat”(datar) adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjukkan sebuah sistem yang memproduksi semua frekwensi, seimbang, lebih atau kurang. Beberapa orang mencoba ribuan kali untuk mendapatkan sebuah rungan yang “flat”(datar). Begitu pula saya, apa yang baik di atas kertas, tidak selalu baik untuk music! Selama saya tahu apa yang speaker dan ruangan kerjakan, saya dapat menyesuaikannya. Saya senang mencampur dengan sistem yang sederhana pada level SPL yang moderate. Ini dimaksudkan untuk mengurangi efek yang mungkin ditimbulkan oleh ruangan. Favorit saya saat ini adalah Genelec 1031 A, sepasang power monitor 2 arah yang kompak. Mereka tidak menipu saya. Alesis dan Event 20/20 saat ini sering dijadikan hadiah untuk undian power monitor 2 arah yang tidak terlalu mahal.Level pendengaran adalah sebuah masalah individu, tetapi telinga merespon frekwensi secara berbeda pada volume yang berbeda. Level keras terus menerus berpengaruh menumpulkan respon terhadap frekwensi tinggi pada telinga, sementara pada level yang rendah, frekwensi rendah tidak muncul. Sama seperti hal lain dalam hidup, obat-obatan dan alkohol juga berpengaruh pada telinga, dan biasanya bukan pengaruh yang baik.
Memasukkan Suara Anda Pada Kaset ( Getting Your Sound On Tape )Sampai saat ini, “Analog” merupakan satu-satunya jenis rekaman yang bisa dilakukan bagi kebanyakan musisi. Kemampuan yang luas dari alat rekam DAT, Alesis ADAT 8 trek, Tascam DA-88 8 trek dan perekam hard disk seperti Emu Darwin, Akai dan Vestax telah merubah situasi selamanya. Tetap, prosesnya sama meskipun ada perbedaan tehnikal dan spesifikasi format yang perlu dicatat.
a. Proses Perekaman Analog
Peralatan perekaman analog menggunakan sebuah tape/kaset plastik yang dilapisi dengan partikel-partikel magnet bergerak melintasi head(kepala) perekam magnet dengan kecepatan yang konstan untuk merekam dan memutar ulang. Selalu ada sebuah “erase head”(kepala penghapus), yang pertama pada jalur tape/kaset, untuk menghapus dan mengatur kembali partikel-partikel sebelum menyentuh “record head”(kepala rekam). Pada mesin “two-head”(dua-kepala) terdapat satu kepala untuk merekam(record) maupun memutar ulang(playback). Disain “three-head”(tiga-kepala) mempunyai satu head untuk merekam, ”sync-head”, dan yang lain untuk memutar ulang, “repro head”. Mesin-mesin profesional mempunyai tiga kepala.
Ada batasan banyaknya signal yang partikel tape/kaset dapat serap dan produksi ulang. Dua buah parameter yang berinteraksi untuk memaksimalkan kemampuan tape untuk secara benar merekam dan memutar ulang adalah “tape speed”(kecepatan tape) dan “bias”. Pada kecepatan yang lebih cepat, lebih banyak area tape untuk sinyal yang diberikan, dengan kata lain lebih banyak partikel untuk rekaman. Kebanyakan perekam multitrack analog profesional bekerja pada 30 ips (inches per second / inch per detik). “Bias” adalah sebuah proses yang terjadi secara kebetulan. Ditemukan bahwa ketika sebuah sinyal frekwensi tinggi, 100Khz atau lebih, jauh lebih tinggi dari yang manusia sanggup dengar, ketika direkam bersama sinyal normal, partikel magnet bekerja lebih baik untuk menghasilkan frekwensi-frekwensi yang lebih tinggi. Ini adalah sebuah proses yang komplex dan banyak kemungkinan terjadi kesalahan! Mesin tape/kaset harus secara mekanik dan elektronik diatur pada spesifikasi yg sangat akurat. Pertama, untuk memastikan bahwa secara fisik mmungkinkan tape / kaset secara lembut berbalik(shuttle), mundur(rewind/rw) atau maju(fast forward/ff). Meskipun formula tape/kaset berkembang sangat pesat bertahun-tahun, problem mekanik dapat merusak tape dengan meregang atau mengusutkannya. Tidak ada yang dapat memperbaiki kesalahan ini! Rawat kaset anda dengan perhatian dan hormat. Problem lain termasuk kehilangan partikel kaset, dinamakan “shedding”(penghancuran), fluktuasi cepat yang memproduksi “wow and flutter” dan kaset yang tidak layak untuk kontak dengan head/kepala.Lebih jauh lagi, elektronik harus merekam sinyal input dan memainkannya kembali dengan pasti. Inilah mengapa tone / frekwensi pada kaset master anda menjadi sangat penting. Itu dibutuhkan untuk mengatur secara benar elektronik pada mesin kaset sehingga ketika anda bekerja pada studio yang berbeda, kaset anda kedengarannya sama seperti yang anda ingat. Ketika semua parameter diatur secara benar, anda mendapat kesempatan untuk mendengarkan kembali apa yang telah anda rekam sebelumnya.b. Proses Perekaman Digital
Proses perekaman digital secara mekanik jauh lebih sederhana, tetapi sangat banyak melibatkan elektronika. Signal masukan ( input ) dikopi 1000 kali /detik dan setiap potongan akustik masing-masing diberikan angka digitalnya sendiri, yang berisikan nomor 0 dan 1. Secara teori, “analog-to-digital converter”(ADC)/perubah analog ke digital menerima masukan(input) analog dan merubahnya menjadi sekelompok angka dan perubahannya, “digital-to-analog converter”(DAC)/perubah digital ke analog melakukan proses sebaliknya.“Sampling rate” ( tingkat pengkopian ), atau berapa banyak suara dipotong dalam satu detik adalah faktor utama pada berapa baik sebuah suara dapat melalui proses digitalisasi. CD dikopi(sampled) pada 44,1 K atau 44.100 kali/detik, dan itu menjadi standard industri. Beberapa format menawarkan 48 K sampling. DAC dan ADC tidak menghasilkan sesuatu yang sama persis, dan perbedaan mesin-mesin ini tergantung pada konsistennya teori angka 0 dan 1. Mesin kaset/tape digital menggunakan pemindahan mekanik dan kaset/tape plastik sebagai sebuah media penyimpanan informasi digital. Alesis ADAT dan Tascam DA-88 adalah contoh banyak-jalur(multi –tracks) digital yang tidak terlalu mahal. Cara lain yang dapat diterima adalah perekam hard disk(hard disc recorders). Beberapa diantaranya memakai komputer dengan software sebagai pengontrol yang canggih, seperti Digi-Design dan Soundscape, sementara yang lainnya memberikan kotak (boxes) tempat hard disk untuk menyimpan, seperti Emu Darwin, Vestax dan Akai. Dengan perekam digital secara acak ini, ukuran hard disk membatasi jumlah lama waktu perekaman. Pencarian(locating) menjadi sangat cepat, begitu pula perubahan(editing). Ketika cara ini dipadukan dengan komputer sebagai penghubungnya(interface), anda mendapatkan sebuah pengolah kata(word processor) yang tangguh untuk musik. Siapapun yang menggunakan sabuah Mac atau Windows pada sebuah PC, tahu bagaimana cara menyeret dan mengklik(drag and click) dengan sebuah mouse dan itulah dasar bagaimana anda memanipulasi sebuah file suara(sound file).
Prosedur TEKNIS Recording
1.Merekam suara yang disebut Tracking atau ‘Take’. Dari sebuah arransemen musik, tentunya sekian banyak instrumen yang akan mengiringi lagu utama. Satu per satu setiap instrumen direkam dalam track record. Secara teknis adalah dari sumber suara akustik yang diubah menjadi gelombang electric. Sinyalnya diterima oleh recorder. Idealnya sumber suara (source) yang terekam semirip mungkin dengan aslinya. Jika menggunakan komputer, jadilah sinyal tersebut sebagai digital. Tetapi oleh recorder Analog (seperti DAT, realtape) sinyalnya tetap menjadi analog.
2.Hasil tracking yang telah terekam, dilakukan proses Mixing yang meliputi pengaturan volume, gain, balancing. Dalam teknologi rekam digital, Anda akan dimudahkan untuk melakukan editing. Pada bagian-bagian tertentu dapat kita copy, delete, mixed, dll.
3.Selanjutnya adalah proses Equalisasi, yakni proses menciptakan karakter sound dengan penguatan pada Low,Low-Mid,High-Mid-dan High frekuensi. Proses ini menuntut ketajaman telinga Anda hingga antar frekuensi tidak saling bertabrakan. Seberapa besarkah kemampuan Anda dalam membedakan frekuensi. Sound terekam harus memiliki kejernihan, terang, berkarakter dan tidak pecah. Pastikan bahwa input yang suara terekam memiliki ketebalan (pada step 1), sehingga memudahkan kita untuk melakukan equalisi. Contohnya sound cymbals adalah tipis, tetapi terang dan bening. Inilah seorang sound engineer diuji.Teknik berikutnya adalah pemberian Sound Effect, seperti reverb (efek ruang), delay, Chorus, Compresi, Noise Gate, Limiter, dll. Effect memberikan karakter yang lebih kuat. Sentuhan terakhir ini akan menjadikan music Anda siap untuk didengarkan, seperti layaknya kita mendengar Compact Disc, Cassette, dll, atau bahkan lebih dramatis.
4.Mastering adalah proses terakhir. Di studio mastering profesional ditangani si ‘dokter audio’. Tugasnya menghilangkan hiss dan hum, menurunkan simbilance (ess) yang berlebihan, mengkompres frekuensi-frekuensi yang kasar, memoles dan meratakan, menetapkan standar volume. Barulah musik karya kita direkam ke dalam pita cassete atau CD melalui CD Burning.
a. Keras vs. Lembut
Suara bergerak di udara. Telinga kita dibuat untuk sensitif pada getaran-getaran ini dan menterjemahkannya. Di dalam musik,istilah,”dinamik” menunjukkan apakah suatu suara itu “lembut” atau “keras”. Kemampuan dari sebuah media perekaman untuk membuat perbedaan antara lembut dan keras dinamakan “Area Dinamik (Dynamic Range)”. Piringan hitam dan kaset mempunyai sebuah batasan area dinamik sekitar 20 Db. Sedang CD dan Digital Audio Tape (DAT) mempunyai area dinamik yang penuh; itu berarti 100 Db. Faktor yang membatasi berapa banyak area yang bisa benar-benar anda dengarkan tergantung dari speaker,dan amplifier dan ruangan tempat anda mendengarkan. Teruskan membaca ….
b. Tinggi vs. Rendah
Kita telah mendengar istilah-istilah seperti “tajam(bright)”, ”tumpul(dull)”, “tipis(thin)” dan ”tebal/dalam(deep)” digunakan untuk menyatakan suatu musik. Ada dua hal yang kompleks mengenai hal ini. Yang pertama adalah bahwa kita mendengarkan hal yang sama secara berbeda.; “tajam(bright)” bagi seseorang adalah “tumpul(dull)” bagi yang lain. Yang kedua adalah ketepatan atau hasil, dari sumber suara kita, dengan kata lain speaker dan amplifier. Secara teknis, area frekwensi yang bisa didengar oleh pendengaran manusia adalah 20 Hertz(Hz) yang paling rendah dan 20 Kilohertz(Khz) yang paling tinggi. Kebanyakan area pendengaran manusia antara 40 Hz dan 16 Khz dan pada kenyataannya, spesifikasi area frekwensi radio FM adalah 50 Hz sampai 15 Khz. Sebuah radio mobil, boom box atau home stereo mempunyai dua buah knop/tombol EQ. Knop “Low”(rendah) dan “High”(tinggi) biasanya dipusatkan pada 100 Hz dan 10 Khz dengan sebuah petunjuk “fixed Q”(Q tetap). Q menunjukkan daerah frekwensi yang dipengaruhi oleh “boost”(penguatan) atau “cut”(pelemahan) dan dinyatakan dalam oktaf. Hasilnya tidak terlalu mencolok, tetapi untuk pemakaian konsumen ini sederhana, menyenangkan dan biasanya sudah cukup. Tombol loudness adalah hanya sebuah penguatan frekwensi rendah untuk menggantikan tidak jelasnya frekwensi rendah pada level yang rendah untuk didengar.c. Speaker dan Amplifier dan Ruangan
Ini adalah tahap terakhir sebelum kuping anda melakukan tugasnya. Setiap masalah disini mempengaruhi reproduksi suara, dan ditambah kemampuan anda menterjemahkan apa yang anda dengar. Amp, speaker dan ruangan dimana mereka berada, semuanya merupakan peralatan pendengaran. Ketika anda mencampur(mix) suara secara baik di studio tetapi terdengar buruk di tempat lain, maka anda tahu ada yang salah.“Flat”(datar) adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjukkan sebuah sistem yang memproduksi semua frekwensi, seimbang, lebih atau kurang. Beberapa orang mencoba ribuan kali untuk mendapatkan sebuah rungan yang “flat”(datar). Begitu pula saya, apa yang baik di atas kertas, tidak selalu baik untuk music! Selama saya tahu apa yang speaker dan ruangan kerjakan, saya dapat menyesuaikannya. Saya senang mencampur dengan sistem yang sederhana pada level SPL yang moderate. Ini dimaksudkan untuk mengurangi efek yang mungkin ditimbulkan oleh ruangan. Favorit saya saat ini adalah Genelec 1031 A, sepasang power monitor 2 arah yang kompak. Mereka tidak menipu saya. Alesis dan Event 20/20 saat ini sering dijadikan hadiah untuk undian power monitor 2 arah yang tidak terlalu mahal.Level pendengaran adalah sebuah masalah individu, tetapi telinga merespon frekwensi secara berbeda pada volume yang berbeda. Level keras terus menerus berpengaruh menumpulkan respon terhadap frekwensi tinggi pada telinga, sementara pada level yang rendah, frekwensi rendah tidak muncul. Sama seperti hal lain dalam hidup, obat-obatan dan alkohol juga berpengaruh pada telinga, dan biasanya bukan pengaruh yang baik.
Memasukkan Suara Anda Pada Kaset ( Getting Your Sound On Tape )Sampai saat ini, “Analog” merupakan satu-satunya jenis rekaman yang bisa dilakukan bagi kebanyakan musisi. Kemampuan yang luas dari alat rekam DAT, Alesis ADAT 8 trek, Tascam DA-88 8 trek dan perekam hard disk seperti Emu Darwin, Akai dan Vestax telah merubah situasi selamanya. Tetap, prosesnya sama meskipun ada perbedaan tehnikal dan spesifikasi format yang perlu dicatat.
a. Proses Perekaman Analog
Peralatan perekaman analog menggunakan sebuah tape/kaset plastik yang dilapisi dengan partikel-partikel magnet bergerak melintasi head(kepala) perekam magnet dengan kecepatan yang konstan untuk merekam dan memutar ulang. Selalu ada sebuah “erase head”(kepala penghapus), yang pertama pada jalur tape/kaset, untuk menghapus dan mengatur kembali partikel-partikel sebelum menyentuh “record head”(kepala rekam). Pada mesin “two-head”(dua-kepala) terdapat satu kepala untuk merekam(record) maupun memutar ulang(playback). Disain “three-head”(tiga-kepala) mempunyai satu head untuk merekam, ”sync-head”, dan yang lain untuk memutar ulang, “repro head”. Mesin-mesin profesional mempunyai tiga kepala.
Ada batasan banyaknya signal yang partikel tape/kaset dapat serap dan produksi ulang. Dua buah parameter yang berinteraksi untuk memaksimalkan kemampuan tape untuk secara benar merekam dan memutar ulang adalah “tape speed”(kecepatan tape) dan “bias”. Pada kecepatan yang lebih cepat, lebih banyak area tape untuk sinyal yang diberikan, dengan kata lain lebih banyak partikel untuk rekaman. Kebanyakan perekam multitrack analog profesional bekerja pada 30 ips (inches per second / inch per detik). “Bias” adalah sebuah proses yang terjadi secara kebetulan. Ditemukan bahwa ketika sebuah sinyal frekwensi tinggi, 100Khz atau lebih, jauh lebih tinggi dari yang manusia sanggup dengar, ketika direkam bersama sinyal normal, partikel magnet bekerja lebih baik untuk menghasilkan frekwensi-frekwensi yang lebih tinggi. Ini adalah sebuah proses yang komplex dan banyak kemungkinan terjadi kesalahan! Mesin tape/kaset harus secara mekanik dan elektronik diatur pada spesifikasi yg sangat akurat. Pertama, untuk memastikan bahwa secara fisik mmungkinkan tape / kaset secara lembut berbalik(shuttle), mundur(rewind/rw) atau maju(fast forward/ff). Meskipun formula tape/kaset berkembang sangat pesat bertahun-tahun, problem mekanik dapat merusak tape dengan meregang atau mengusutkannya. Tidak ada yang dapat memperbaiki kesalahan ini! Rawat kaset anda dengan perhatian dan hormat. Problem lain termasuk kehilangan partikel kaset, dinamakan “shedding”(penghancuran), fluktuasi cepat yang memproduksi “wow and flutter” dan kaset yang tidak layak untuk kontak dengan head/kepala.Lebih jauh lagi, elektronik harus merekam sinyal input dan memainkannya kembali dengan pasti. Inilah mengapa tone / frekwensi pada kaset master anda menjadi sangat penting. Itu dibutuhkan untuk mengatur secara benar elektronik pada mesin kaset sehingga ketika anda bekerja pada studio yang berbeda, kaset anda kedengarannya sama seperti yang anda ingat. Ketika semua parameter diatur secara benar, anda mendapat kesempatan untuk mendengarkan kembali apa yang telah anda rekam sebelumnya.b. Proses Perekaman Digital
Proses perekaman digital secara mekanik jauh lebih sederhana, tetapi sangat banyak melibatkan elektronika. Signal masukan ( input ) dikopi 1000 kali /detik dan setiap potongan akustik masing-masing diberikan angka digitalnya sendiri, yang berisikan nomor 0 dan 1. Secara teori, “analog-to-digital converter”(ADC)/perubah analog ke digital menerima masukan(input) analog dan merubahnya menjadi sekelompok angka dan perubahannya, “digital-to-analog converter”(DAC)/perubah digital ke analog melakukan proses sebaliknya.“Sampling rate” ( tingkat pengkopian ), atau berapa banyak suara dipotong dalam satu detik adalah faktor utama pada berapa baik sebuah suara dapat melalui proses digitalisasi. CD dikopi(sampled) pada 44,1 K atau 44.100 kali/detik, dan itu menjadi standard industri. Beberapa format menawarkan 48 K sampling. DAC dan ADC tidak menghasilkan sesuatu yang sama persis, dan perbedaan mesin-mesin ini tergantung pada konsistennya teori angka 0 dan 1. Mesin kaset/tape digital menggunakan pemindahan mekanik dan kaset/tape plastik sebagai sebuah media penyimpanan informasi digital. Alesis ADAT dan Tascam DA-88 adalah contoh banyak-jalur(multi –tracks) digital yang tidak terlalu mahal. Cara lain yang dapat diterima adalah perekam hard disk(hard disc recorders). Beberapa diantaranya memakai komputer dengan software sebagai pengontrol yang canggih, seperti Digi-Design dan Soundscape, sementara yang lainnya memberikan kotak (boxes) tempat hard disk untuk menyimpan, seperti Emu Darwin, Vestax dan Akai. Dengan perekam digital secara acak ini, ukuran hard disk membatasi jumlah lama waktu perekaman. Pencarian(locating) menjadi sangat cepat, begitu pula perubahan(editing). Ketika cara ini dipadukan dengan komputer sebagai penghubungnya(interface), anda mendapatkan sebuah pengolah kata(word processor) yang tangguh untuk musik. Siapapun yang menggunakan sabuah Mac atau Windows pada sebuah PC, tahu bagaimana cara menyeret dan mengklik(drag and click) dengan sebuah mouse dan itulah dasar bagaimana anda memanipulasi sebuah file suara(sound file).
Prosedur TEKNIS Recording
1.Merekam suara yang disebut Tracking atau ‘Take’. Dari sebuah arransemen musik, tentunya sekian banyak instrumen yang akan mengiringi lagu utama. Satu per satu setiap instrumen direkam dalam track record. Secara teknis adalah dari sumber suara akustik yang diubah menjadi gelombang electric. Sinyalnya diterima oleh recorder. Idealnya sumber suara (source) yang terekam semirip mungkin dengan aslinya. Jika menggunakan komputer, jadilah sinyal tersebut sebagai digital. Tetapi oleh recorder Analog (seperti DAT, realtape) sinyalnya tetap menjadi analog.
2.Hasil tracking yang telah terekam, dilakukan proses Mixing yang meliputi pengaturan volume, gain, balancing. Dalam teknologi rekam digital, Anda akan dimudahkan untuk melakukan editing. Pada bagian-bagian tertentu dapat kita copy, delete, mixed, dll.
3.Selanjutnya adalah proses Equalisasi, yakni proses menciptakan karakter sound dengan penguatan pada Low,Low-Mid,High-Mid-dan High frekuensi. Proses ini menuntut ketajaman telinga Anda hingga antar frekuensi tidak saling bertabrakan. Seberapa besarkah kemampuan Anda dalam membedakan frekuensi. Sound terekam harus memiliki kejernihan, terang, berkarakter dan tidak pecah. Pastikan bahwa input yang suara terekam memiliki ketebalan (pada step 1), sehingga memudahkan kita untuk melakukan equalisi. Contohnya sound cymbals adalah tipis, tetapi terang dan bening. Inilah seorang sound engineer diuji.Teknik berikutnya adalah pemberian Sound Effect, seperti reverb (efek ruang), delay, Chorus, Compresi, Noise Gate, Limiter, dll. Effect memberikan karakter yang lebih kuat. Sentuhan terakhir ini akan menjadikan music Anda siap untuk didengarkan, seperti layaknya kita mendengar Compact Disc, Cassette, dll, atau bahkan lebih dramatis.
4.Mastering adalah proses terakhir. Di studio mastering profesional ditangani si ‘dokter audio’. Tugasnya menghilangkan hiss dan hum, menurunkan simbilance (ess) yang berlebihan, mengkompres frekuensi-frekuensi yang kasar, memoles dan meratakan, menetapkan standar volume. Barulah musik karya kita direkam ke dalam pita cassete atau CD melalui CD Burning.
TEORI KOGNITIF
Ada beberapa ahli yang belum merasa puas terhadap penemuan para ahli sebelumnya mengenai belajar sebagai sebuah proses hubungan stimulus-response-reinforcement. Mereka berpendapat bahwa tingkah laku seseorang tidak hanya dikontrol oleh reward dan reinforcement. Menurut mereka tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan pada kognitif, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi. Dalam situasi belajar, seseorang terlibat langsung dalam situasi itu dan memperoleh insight untuk pemecahan masalah. Jadi kaum kognitifis berpandangan, bahwa tingkah laku seseorang lebih bergantung kepada pemahaman terhadap hubungan – hubunganyang ada didalam suatu situasi. Mereka memberi tekanan pada organisasi pegamatan atas stimuli di dalam lingkungan serta pada factor yang mempengaruhi pengematran tersebut.
A. Teori kognitif GestaltTeori kognitif mulai berkembang dengan lahirnya teori belajar gestalt. Peletak dasar teori gestalt adalah Merx Wertheimer (1880-1943) yang meneliti tentang pengamatan dan problem solving. Sumbangannya diikuti oleh Kurt Koffka (1886-1941) yang menguraikan secara terperinci tentang hokum-hukum pengamatan, kemudian Wolfgang Kohler (1887-1959) yang meneliti tentang insight pada simpase. Kaum gestaltis berpendapat bahwa pengalaman itu berstuktur yang terbentuk dalam suatu keseluruhan. Menurut pandangan gestaltis, semua kegiatan belajar menggunakan pemahaman terhadap hubungan hubungan, terutama hubungan antara bagian dan keseluruhan. Intinya, menurut mereka, tingkat kejelasan dan keberartian dari apa yang diamati dalam situasi belajar adalah lebih meningkatkan kemampuan belajar seseorang dari pada dengan hukuman dan ganjaran.
B. Teori belajar Cognitive-field dari Lewin
Kurt Lewin (1892-1947) mengembangkan suatu teori belajar kognitiv-field dengan menaruh perhatian kepada kepribadian dan psikologi social. Lewin memandang masing-masing individu berada di dalam suatu medan kekuatan yang bersifat psikologis. Medan dimana individu bereaksi disebut life space. Life space mencankup perwujudan lingkungan di mana individu bereaksi, misalnya ; orang – orang yang dijumpainya, objek material yang ia hadapi serta fungsi kejiwaan yang ia miliki. Jadi menurut Lewin, belajar berlangsung sebagai akibat dari perubahan dalam struktur kognitif. Perubahan sruktur kognitif itu adalah hasil dari dua macam kekuatan, satu dari stuktur medan kognisi itu sendiri, yang lainya dari kebutuhan motivasi internal individu. Lewin memberikan peranan lebih penting pada motivasi dari reward.
Teori Belajar Cognitive Developmental dari Piaget
Dalam teorinya, Piaget memandang bahwa proses berpikir sebagai aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak.Piaget adalah ahli psikolog developmentat karena penelitiannya mengenai tahap tahap perkembangan pribadi serta perubahan umur yang mempengaruhi kemampuan belajar individu. Menurut Piaget, pertumbuhan kapasitas mental memberikan kemampuan-kemapuan mental yang sebelumnya tidak ada. Pertumbuhan intelektuan adalah tidak kuantitatif, melainkan kualitatif. Pada intinya, perkembangan kognitif bergantung kepada akomodasi. Kepada siswa harus diberikan suatu area yang belum diketahui agar ia dapat belajar, karena ia tak daapat belajar dari apa yang telah diketahuinya.
Piaget mendefinisikan pengetahuan (knowledge) sebagai suatu interksi yang terus menerus antara individu dengan lingkungan.
Perkembangan kognitif Piaget terfokus pada perkembangan secara alami fikiran pembelajar baik anak-anak maupun dewasa. Konsep perkembangan kognitif Piaget berawal dari analisa perkembangan biologi organisme tertentu. Menurut Piaget, intelegen (IQ=kecerdasan) itu seperti system kehidupan lainnya, yaitu proses adaptasi.Menurut Piaget terdapat tiga perbedaan pola berfikir yang merupakan prasyarat perkembangan operasi formal, yaitu; gerakan bayi, semilogika, praoprasional pikiran anak-anak, dan operasi nyata anak-anak dewasa.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif yaitu : 1. lingkungan fisik
kematangan
pengaruh sosial
proses pengendalian diri (equilibration) (Piaget, 1977)
Tahap perkembangan kognitif :
Periode Sensori motor (sejak lahir – 1,5 – 2 tahun)
Periode Pra Operasional (2-3 tahun sampai 7-8 tahun)
Periode operasi yang nyata (7-8 tahun sampai 12-14 tahun)
Periode operasi formal
Tiga prinsip utama pembelajaran yang dikemukakan Piaget, antara lain:
a. Belajar aktif
Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang aktif, sebab knowledge itu terbentuk dari dalam subyek belajar. Untuk membantu perkembangan kognitif anak maka perlu diciptakan suatu kondisi belajar yang memungkinkan anak tersebut untuk belajar sendiri, misalnya: melakukan percobaan sendiri; memanipulasi symbol-simbol; mengajukan pertanyaan dan mencari jawabannya sendiri; membandingkan penemuan sendiri dengan penemuan temannya
b. Belajar melalui interaksi social
Dalam proses belajar diperlukan suasana yang memungkinkan terjadinya interaksi antar subyek belajar. belajar bersama baik dengan teman sebaya maupun orang yang lebih dewasa, menurut Piaget akan membantu perkembangan kognitif mereka. Karena tanpa kebersamaan kognitif akan berkembang dengan sifat egosentrisnya. Dan dengan kebersamaan khasanah kognitif anak akan semakin beragam.
Belajar melalui pengalaman sendiri
Dengan menggunakan pengalaman nyata maka perkembangan kognitif seseorang akan lebih baik daripada hanya menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Berbahasa sangat penting untuk berkomunikasi namun jika tidak diikuti oleh penerapan dan pengalaman maka perkembangan kognitif seseorang akan cenderung mengarah ke verbalisme.
Jerome Bruner dengan Discovery Learningnya
Yang menjadikan dasar ide J. Bruner ialah pendapat dari Piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan secara aktif di dalam belajar di kelas. Untuk itu bruner memakai cara dengan apa yang disebutnya discovery learning, yaitu dimana murid mengorganisasi bahan pelajaran yang dipelajarai dengan suatu bentuk akhir yang sesuai dengan tingkat kemajuan anak tersebut. Bruner menyebutkan hendaknya guru harus memberikan kesempatan kepada muridnya untuk menjadi seorang problem solver, seorang scientist, historian atau ahli matematika. Biarkan murid kita menemukan arti bagi diri mereka sendiri dan memungkinkan mereka mempelajari konsep-konsep di dalam bahasa yang mereka
A. Teori kognitif GestaltTeori kognitif mulai berkembang dengan lahirnya teori belajar gestalt. Peletak dasar teori gestalt adalah Merx Wertheimer (1880-1943) yang meneliti tentang pengamatan dan problem solving. Sumbangannya diikuti oleh Kurt Koffka (1886-1941) yang menguraikan secara terperinci tentang hokum-hukum pengamatan, kemudian Wolfgang Kohler (1887-1959) yang meneliti tentang insight pada simpase. Kaum gestaltis berpendapat bahwa pengalaman itu berstuktur yang terbentuk dalam suatu keseluruhan. Menurut pandangan gestaltis, semua kegiatan belajar menggunakan pemahaman terhadap hubungan hubungan, terutama hubungan antara bagian dan keseluruhan. Intinya, menurut mereka, tingkat kejelasan dan keberartian dari apa yang diamati dalam situasi belajar adalah lebih meningkatkan kemampuan belajar seseorang dari pada dengan hukuman dan ganjaran.
B. Teori belajar Cognitive-field dari Lewin
Kurt Lewin (1892-1947) mengembangkan suatu teori belajar kognitiv-field dengan menaruh perhatian kepada kepribadian dan psikologi social. Lewin memandang masing-masing individu berada di dalam suatu medan kekuatan yang bersifat psikologis. Medan dimana individu bereaksi disebut life space. Life space mencankup perwujudan lingkungan di mana individu bereaksi, misalnya ; orang – orang yang dijumpainya, objek material yang ia hadapi serta fungsi kejiwaan yang ia miliki. Jadi menurut Lewin, belajar berlangsung sebagai akibat dari perubahan dalam struktur kognitif. Perubahan sruktur kognitif itu adalah hasil dari dua macam kekuatan, satu dari stuktur medan kognisi itu sendiri, yang lainya dari kebutuhan motivasi internal individu. Lewin memberikan peranan lebih penting pada motivasi dari reward.
Teori Belajar Cognitive Developmental dari Piaget
Dalam teorinya, Piaget memandang bahwa proses berpikir sebagai aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak.Piaget adalah ahli psikolog developmentat karena penelitiannya mengenai tahap tahap perkembangan pribadi serta perubahan umur yang mempengaruhi kemampuan belajar individu. Menurut Piaget, pertumbuhan kapasitas mental memberikan kemampuan-kemapuan mental yang sebelumnya tidak ada. Pertumbuhan intelektuan adalah tidak kuantitatif, melainkan kualitatif. Pada intinya, perkembangan kognitif bergantung kepada akomodasi. Kepada siswa harus diberikan suatu area yang belum diketahui agar ia dapat belajar, karena ia tak daapat belajar dari apa yang telah diketahuinya.
Piaget mendefinisikan pengetahuan (knowledge) sebagai suatu interksi yang terus menerus antara individu dengan lingkungan.
Perkembangan kognitif Piaget terfokus pada perkembangan secara alami fikiran pembelajar baik anak-anak maupun dewasa. Konsep perkembangan kognitif Piaget berawal dari analisa perkembangan biologi organisme tertentu. Menurut Piaget, intelegen (IQ=kecerdasan) itu seperti system kehidupan lainnya, yaitu proses adaptasi.Menurut Piaget terdapat tiga perbedaan pola berfikir yang merupakan prasyarat perkembangan operasi formal, yaitu; gerakan bayi, semilogika, praoprasional pikiran anak-anak, dan operasi nyata anak-anak dewasa.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif yaitu : 1. lingkungan fisik
kematangan
pengaruh sosial
proses pengendalian diri (equilibration) (Piaget, 1977)
Tahap perkembangan kognitif :
Periode Sensori motor (sejak lahir – 1,5 – 2 tahun)
Periode Pra Operasional (2-3 tahun sampai 7-8 tahun)
Periode operasi yang nyata (7-8 tahun sampai 12-14 tahun)
Periode operasi formal
Tiga prinsip utama pembelajaran yang dikemukakan Piaget, antara lain:
a. Belajar aktif
Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang aktif, sebab knowledge itu terbentuk dari dalam subyek belajar. Untuk membantu perkembangan kognitif anak maka perlu diciptakan suatu kondisi belajar yang memungkinkan anak tersebut untuk belajar sendiri, misalnya: melakukan percobaan sendiri; memanipulasi symbol-simbol; mengajukan pertanyaan dan mencari jawabannya sendiri; membandingkan penemuan sendiri dengan penemuan temannya
b. Belajar melalui interaksi social
Dalam proses belajar diperlukan suasana yang memungkinkan terjadinya interaksi antar subyek belajar. belajar bersama baik dengan teman sebaya maupun orang yang lebih dewasa, menurut Piaget akan membantu perkembangan kognitif mereka. Karena tanpa kebersamaan kognitif akan berkembang dengan sifat egosentrisnya. Dan dengan kebersamaan khasanah kognitif anak akan semakin beragam.
Belajar melalui pengalaman sendiri
Dengan menggunakan pengalaman nyata maka perkembangan kognitif seseorang akan lebih baik daripada hanya menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Berbahasa sangat penting untuk berkomunikasi namun jika tidak diikuti oleh penerapan dan pengalaman maka perkembangan kognitif seseorang akan cenderung mengarah ke verbalisme.
Jerome Bruner dengan Discovery Learningnya
Yang menjadikan dasar ide J. Bruner ialah pendapat dari Piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan secara aktif di dalam belajar di kelas. Untuk itu bruner memakai cara dengan apa yang disebutnya discovery learning, yaitu dimana murid mengorganisasi bahan pelajaran yang dipelajarai dengan suatu bentuk akhir yang sesuai dengan tingkat kemajuan anak tersebut. Bruner menyebutkan hendaknya guru harus memberikan kesempatan kepada muridnya untuk menjadi seorang problem solver, seorang scientist, historian atau ahli matematika. Biarkan murid kita menemukan arti bagi diri mereka sendiri dan memungkinkan mereka mempelajari konsep-konsep di dalam bahasa yang mereka
TUGAS MULTIPLE INTELLIGENCES
Multiple Intelligences
Salah satu faktor yang dominan dalam dunia pendidikan adalah terkait dengan konsep kecerdasan/inteligensi. Ada banyak teori dari para pakar seputar kecerdasan ini. Salah satu tokoh utama adalah William Stern yang berpendapat bahwa inti kecerdasan dibawa sejak lahir. Berdasar pendapat Stern ini kemudian dikembangkan oleh pakar lainnya sejumlah instrumen untuk menguji kecerdasan bawaan seseorang. Lewat berbagai metode dan analisis pengukuran maka kemudian dikenal hasil pengukuran inteligensi umum yang kemudian dikenal dengan IQ (Intelligence Quotient).
Permasalahan berikutnya seputar IQ ini adalah; apakah kecerdasan seseorang yang terukur lewat test IQ ini merupakan bawaan ataukah hasil belajar ?. Sejumlah penelitian di Inggris ternyata menunjukkan pada kesimpulan tingkat IQ seseorang ternyata dipengaruhi pula oleh tingkat pendidikan dan proses belajarnya. Termasuk unsur lain yang berpegaruh adalah moral budaya orang tuanya (culture capital), termasuk didalamnya adalah status sosial dan ekonomi keluarganya.
Dalam perjalanannya, test IQ banyak mendapat kritikan. Salah satunya adalah dari Gardner yang berpendapat bahwa seseorang tidak hanya ditentukan oleh tingkat inteligensia umumnya saja namun ditentukan oleh serangkaian inteligensia. Dalam pendapatnya ini Gardner kemudian mengajukan teori Multiple Intelligences (MI).
Menurut Gardner, dalam diri seseorang terdapat tujuh inteligensi utama, yaitu :
Visual/Spatial Intelligences. Yaitu kemampuan untuk mempersepsi hal-hal yang sifatnya visual. Orang dengan kekuatan inteligensi ini cenderung berfikir dalam bentuk gambar untuk mengolah informasinya.
Sediakan alat kerajinan tangan. Sangat menyenangkan jika anak berhasil membuat sesuatu dengan kertas-kertas, krayon, gunting dan lem.
Sediakan alat melukis. Mulai ajari anak melukis dengan menggunakan jari-jarinya lalu lanjut menggunakan cat air, akrilik dan cat minyak.
Menggunakan software. Bisa juga anak menggambar dan membuat ilustrasi menggunakan komputer
Verbal/Linguistic Intelligences. Yaitu kemampuan untuk menggunakan kata dan bahasa. Umumnya orang dengan inteligensi ini memiliki ketrampilan bahasa yang tinggi dan sangat mahir sebagai pembicara.
Seperti;
Cinta Buku. salah satu kegiatan yang disukai anak adalah kegiatan membaca. Mulailah memperkenalkan anak usia prasekolah pada buku cerita dongeng, puisi sederhana, bacaan untuk anak. Saat usia sekolah, perkenalkan anak dengan majalah anak, novel, komik, dan ensiklopedi.
Televisi. Percaya atau tidak, tivi bisa mendemonstrasikan banyak hal melalui acara program edukasi, atau DVD. Atau anak belajar membaca melalui teks dialog yang ditampilkan di layar tv
Banyak menulis. Dukung kegiatan menulis dengan menyediakan kertas, bolpoin, pensil dan krayon
3. Logical/Mathematical Intelligences. Yaitu kemampuan dalam penggunaan nalar, logika dan angka. Tipe ini cenderung kuat dalam hal konseptual dan mencari hubungan logis dan numerik.
Sediakan instrumen matematik. Biarkan anak bereksplorasi dengan kompas, penggaris, skala, gelas ukur.
Gunakan peralatan. Alat berhubungan dengan kecerdasan logika dan gerak tubuh anak. Setiap peralatan memerlukan pemahaman logika untuk menggunakannya. Dorong anak untuk belajar menggunakan banyak peralatan.
Komputer. Anak Anda pasti suka memencet tombol atau bermain games. Pada anak usia sekolah sudah mulai bisa diajarkan membuat database, surfing website atau belajar program komputer yang bisa membangun pengaturan logika dan struktur anak.
Body/Kinaesthetic Intelligences. Yaitu kemampuan untuk mengontrol gerakan tubuh dan menangani objek-objek dengan trampil, memiliki kepekaan dan keseimbangan dan koordinasi yang baik antar anggota tubuh.
Lemari Kostum. Kembangkan imajinasi anak dengan bermain sebagai aktor menggunakan kostum dan make up.
Peralatan Olahraga. Peralatan olahraga dan permainan membantu mengembangkan kordinasi mata-tangan dan mengembangkan kemampuan gerak motorik anak. Aktivitas fisik juga berperan dalam perkembangan cerebellum, bagian otak yang mengatur beberapa fungsi motorik. Juga daya ingat, konsentrasi, persepsi spasial, dan bahasa.
Aktivitas gerak motorik halus. Mengembangkan kemampuan motorik halusnya dengan kegiatan menjahit, merajut, menggambar atau kegiatan lain yang menggunakan keterampilan jari tangan dan kakinya.
Musical/Rhytmic Intelligences. Yaitu kemampuan untuk memproduksi dan mengapresiasi musik. Umumnya kuat dalam hal penggunaan suara, ritme dan pola dan sangat sensitif terhadap indra pendengarannya.
Pemain musik. Studi menemukan anak yang mendengarkan musik Mozart selama 10 menit, akan lebih baik pada kegiatan spasialnya. Penelitian menunjukkan beberapa jenis musik tertentu dapat meningkatkan kecerdasan anak.
Alat Instrumen. Penelitian membuktikan bermain musik tak hanya meningkatkan kecerdasan musik anak tapi juga bisa mengembangkan bagian otak.
Berkaraoke. Fasilitasi anak dengan beragam lagu yang bisa dinyanyikannya.
Interpersonal Intelligences. Yaitu kemampuan dalam hal berhubungan dengan dan memahahi seseorang. Mudah berempati dan memahami cara berfikir dan perasaan orang lain. Peka terhadap perasaan dan motivasi.
Telepon. Kegiatan menelepon dapat mengembangkan kemampuan anak berinteraksi. Namun, awasi pemakaian waktu penggunaan telepon.
Komputer. E-mail dan SMS adalah salah satu media baru berkomunikasi. Ajari anak menggunakan peralatan komunikasi inovatif.
Permainan. Bermain dengan anak meski permainannya sederhana seperti petak umpet, monopoli, catur, dan sebagainya. Komputer. E-mail dan SMS adalah salah satu media baru berkomunikasi. Ajari anak menggunakan peralatan komunikasi inovatif.
Ciptakan area bermain. Undang saudara, teman atau kerabat lainnya untuk bermain bersama anak. Orangtua dapat mengembangkan kemapuan anak berinteraksi dengan lingkungannya.
Intrapersonal Intelligences. Kemampuan untuk melakukan refleksi diri dan menyadari keadaan batinnya.
. Hobby station. Dukung anak menyalurkan hobinya. Anda bisa mengikut sertakan anak ke kelas fotografi, jurnalis, vokal. Musik, menggambar, untuk mengembangkan kecerdasan
Naturalis
Kolam ikan. Coba masukan tangannya ke kolam ikan atau akuarium. Hati-hati jangan sampai anak measukan tangannya ke mulut.
Binatang piaraan. Memelihara binatang piaraan merupakan cara terbaik anak berinteraksi dengan hewan. Anak belajar kebiasaan, karakteristik, dan perbedaan sifat hewan.
Kebun. Sekuntum bunga atau kebun tanaman bisa dijadikan perjalanan seru. Anda juga bisa mengajarkan tanaman di pot.
Peralatan observasi. Melihat dengan teleskop atau menggunakan gelas ukur atau mikroskop untuk menganalisa.
Dengan teori MI diatas, Gardner berpendapat bahwa setiap orang pada umumnya memiliki ke delapan inteligensi diatas dengan derajat yang berbeda-beda untuk setiap tipe inteligensinya.
Dalam bidang pendidikan, implementasi dari konsep MI dari Gardner diatas adalah :
1. Perluasan kurikulum sehingga institusi pendidikan tidak hanya memberikan tekanan pada penguasaan subyek-subyek pendidikan saja tetapi juga pada hal yang sifatnya adalah ketrampilan dan kapasitas peserta didik.
2. Kurikulum selayaknya difokuskan pada topik-topik tertentu yang kemudian dieksplorasi secara lebih mendalam. Inilah yang dimaskud dengan kompetensi.
3. Perbedaan individu peserta didik adalah sebuah kenyataan yang harus dipertimbangkan. Efektivitas proses pendidikan seharusnya mempertimbangkan perbedaan alamiah dari kemampuan individu.
( Sumber : Buku Effective Teaching : Teori dan Aplikasi karangan Daniel Muijs dan David Reynolds, Penerbit Pustaka Pelajar).
Sementara itu menurut versi lain dari sumber yang berbeda (http://www.sekolahindonesia.com/) , konsep MI dari Gardner diidentifikasi tidak tujuh namun sembilan kecerdasan, yaitu :
· Kecerdasan Pertama : logis-matematis
· Kecerdasan Kedua : linguistic-verbal (kebahasaan)
· Kecerdasan Ketiga : spasial-visual
· Kecerdasan Keempat : musikal
· Kecerdasan Kelima : kinestetik-ragawi
· Kecerdasan Keenam : naturalis
· Kecerdasan Ketujuh : intrapersonal
· Kecerdasan Kedelapan : interpersonal
· Kecerdasan Kesembilan : eksistensial
Kecerdasan matematika-logika dan kecerdasan bahasa sering dikategorikan sebagai kecerdasan intelektual yang dulu sering dianggap sebagai faktor kepintaran seseorang. Padahal ada kecerdasan visual, musikal dan kinestetik-ragawi yang juga bisa mempengaruhi keberhasilan dalam dunia kerja. Enam kecerdasan tersebut bisa dikelompokan sebagai kategori keterampilan yang setidaknya harus dimiliki oleh seseorang untuk dapat bertahan hidup.
Tiga kecerdasan berikutnya, yakni naturalis, intrapersonal dan interpesonal dapat membantu seseorang untuk meraih kesuksesan dalam berkarir, berkeluarga dan hubungan antar sesama dan juga terhadap alam. Kecerdasan ini mencakup kemampuan membedakan dan menanggapi dengan tepat suasana hati, temperamen, motivasi, serta hasrat keinginan diri sendiri dan orang lain. Salah satu peneliti yang mendukung kecerdasan emosi ini adalah Daniel Goleman, yang terkenal dengan bukunya, Emotional Intelligence.
Sedang kecerdasan spiritual dapat membantu seseorang untuk menemukan kebahagiaan dalam hidupnya karena sudah menyadari makna hidup itu sendiri. Seseorang yang mengasah kecerdasan spiritualitasnya akan memiliki kelebihan yang terlihat dari integritas, karakter dan nilai hidup yang dimilikinya.
Beragam aspek kecerdasan dalam diri seseorang secara bersama-sama membangun tingkat kecerdasan orang tersebut. Kecerdasan beragam inilah yang membuat masing-masing orang memiliki kepribadian yang unik dan tidak sama satu dengan yang lainnya. Seseorang bisa memiliki beberapa bahkan semua kecerdasan tersebut dengan selalu mengasah dan melatih semua potensi yang ada pada dirinya.
Salah satu faktor yang dominan dalam dunia pendidikan adalah terkait dengan konsep kecerdasan/inteligensi. Ada banyak teori dari para pakar seputar kecerdasan ini. Salah satu tokoh utama adalah William Stern yang berpendapat bahwa inti kecerdasan dibawa sejak lahir. Berdasar pendapat Stern ini kemudian dikembangkan oleh pakar lainnya sejumlah instrumen untuk menguji kecerdasan bawaan seseorang. Lewat berbagai metode dan analisis pengukuran maka kemudian dikenal hasil pengukuran inteligensi umum yang kemudian dikenal dengan IQ (Intelligence Quotient).
Permasalahan berikutnya seputar IQ ini adalah; apakah kecerdasan seseorang yang terukur lewat test IQ ini merupakan bawaan ataukah hasil belajar ?. Sejumlah penelitian di Inggris ternyata menunjukkan pada kesimpulan tingkat IQ seseorang ternyata dipengaruhi pula oleh tingkat pendidikan dan proses belajarnya. Termasuk unsur lain yang berpegaruh adalah moral budaya orang tuanya (culture capital), termasuk didalamnya adalah status sosial dan ekonomi keluarganya.
Dalam perjalanannya, test IQ banyak mendapat kritikan. Salah satunya adalah dari Gardner yang berpendapat bahwa seseorang tidak hanya ditentukan oleh tingkat inteligensia umumnya saja namun ditentukan oleh serangkaian inteligensia. Dalam pendapatnya ini Gardner kemudian mengajukan teori Multiple Intelligences (MI).
Menurut Gardner, dalam diri seseorang terdapat tujuh inteligensi utama, yaitu :
Visual/Spatial Intelligences. Yaitu kemampuan untuk mempersepsi hal-hal yang sifatnya visual. Orang dengan kekuatan inteligensi ini cenderung berfikir dalam bentuk gambar untuk mengolah informasinya.
Sediakan alat kerajinan tangan. Sangat menyenangkan jika anak berhasil membuat sesuatu dengan kertas-kertas, krayon, gunting dan lem.
Sediakan alat melukis. Mulai ajari anak melukis dengan menggunakan jari-jarinya lalu lanjut menggunakan cat air, akrilik dan cat minyak.
Menggunakan software. Bisa juga anak menggambar dan membuat ilustrasi menggunakan komputer
Verbal/Linguistic Intelligences. Yaitu kemampuan untuk menggunakan kata dan bahasa. Umumnya orang dengan inteligensi ini memiliki ketrampilan bahasa yang tinggi dan sangat mahir sebagai pembicara.
Seperti;
Cinta Buku. salah satu kegiatan yang disukai anak adalah kegiatan membaca. Mulailah memperkenalkan anak usia prasekolah pada buku cerita dongeng, puisi sederhana, bacaan untuk anak. Saat usia sekolah, perkenalkan anak dengan majalah anak, novel, komik, dan ensiklopedi.
Televisi. Percaya atau tidak, tivi bisa mendemonstrasikan banyak hal melalui acara program edukasi, atau DVD. Atau anak belajar membaca melalui teks dialog yang ditampilkan di layar tv
Banyak menulis. Dukung kegiatan menulis dengan menyediakan kertas, bolpoin, pensil dan krayon
3. Logical/Mathematical Intelligences. Yaitu kemampuan dalam penggunaan nalar, logika dan angka. Tipe ini cenderung kuat dalam hal konseptual dan mencari hubungan logis dan numerik.
Sediakan instrumen matematik. Biarkan anak bereksplorasi dengan kompas, penggaris, skala, gelas ukur.
Gunakan peralatan. Alat berhubungan dengan kecerdasan logika dan gerak tubuh anak. Setiap peralatan memerlukan pemahaman logika untuk menggunakannya. Dorong anak untuk belajar menggunakan banyak peralatan.
Komputer. Anak Anda pasti suka memencet tombol atau bermain games. Pada anak usia sekolah sudah mulai bisa diajarkan membuat database, surfing website atau belajar program komputer yang bisa membangun pengaturan logika dan struktur anak.
Body/Kinaesthetic Intelligences. Yaitu kemampuan untuk mengontrol gerakan tubuh dan menangani objek-objek dengan trampil, memiliki kepekaan dan keseimbangan dan koordinasi yang baik antar anggota tubuh.
Lemari Kostum. Kembangkan imajinasi anak dengan bermain sebagai aktor menggunakan kostum dan make up.
Peralatan Olahraga. Peralatan olahraga dan permainan membantu mengembangkan kordinasi mata-tangan dan mengembangkan kemampuan gerak motorik anak. Aktivitas fisik juga berperan dalam perkembangan cerebellum, bagian otak yang mengatur beberapa fungsi motorik. Juga daya ingat, konsentrasi, persepsi spasial, dan bahasa.
Aktivitas gerak motorik halus. Mengembangkan kemampuan motorik halusnya dengan kegiatan menjahit, merajut, menggambar atau kegiatan lain yang menggunakan keterampilan jari tangan dan kakinya.
Musical/Rhytmic Intelligences. Yaitu kemampuan untuk memproduksi dan mengapresiasi musik. Umumnya kuat dalam hal penggunaan suara, ritme dan pola dan sangat sensitif terhadap indra pendengarannya.
Pemain musik. Studi menemukan anak yang mendengarkan musik Mozart selama 10 menit, akan lebih baik pada kegiatan spasialnya. Penelitian menunjukkan beberapa jenis musik tertentu dapat meningkatkan kecerdasan anak.
Alat Instrumen. Penelitian membuktikan bermain musik tak hanya meningkatkan kecerdasan musik anak tapi juga bisa mengembangkan bagian otak.
Berkaraoke. Fasilitasi anak dengan beragam lagu yang bisa dinyanyikannya.
Interpersonal Intelligences. Yaitu kemampuan dalam hal berhubungan dengan dan memahahi seseorang. Mudah berempati dan memahami cara berfikir dan perasaan orang lain. Peka terhadap perasaan dan motivasi.
Telepon. Kegiatan menelepon dapat mengembangkan kemampuan anak berinteraksi. Namun, awasi pemakaian waktu penggunaan telepon.
Komputer. E-mail dan SMS adalah salah satu media baru berkomunikasi. Ajari anak menggunakan peralatan komunikasi inovatif.
Permainan. Bermain dengan anak meski permainannya sederhana seperti petak umpet, monopoli, catur, dan sebagainya. Komputer. E-mail dan SMS adalah salah satu media baru berkomunikasi. Ajari anak menggunakan peralatan komunikasi inovatif.
Ciptakan area bermain. Undang saudara, teman atau kerabat lainnya untuk bermain bersama anak. Orangtua dapat mengembangkan kemapuan anak berinteraksi dengan lingkungannya.
Intrapersonal Intelligences. Kemampuan untuk melakukan refleksi diri dan menyadari keadaan batinnya.
. Hobby station. Dukung anak menyalurkan hobinya. Anda bisa mengikut sertakan anak ke kelas fotografi, jurnalis, vokal. Musik, menggambar, untuk mengembangkan kecerdasan
Naturalis
Kolam ikan. Coba masukan tangannya ke kolam ikan atau akuarium. Hati-hati jangan sampai anak measukan tangannya ke mulut.
Binatang piaraan. Memelihara binatang piaraan merupakan cara terbaik anak berinteraksi dengan hewan. Anak belajar kebiasaan, karakteristik, dan perbedaan sifat hewan.
Kebun. Sekuntum bunga atau kebun tanaman bisa dijadikan perjalanan seru. Anda juga bisa mengajarkan tanaman di pot.
Peralatan observasi. Melihat dengan teleskop atau menggunakan gelas ukur atau mikroskop untuk menganalisa.
Dengan teori MI diatas, Gardner berpendapat bahwa setiap orang pada umumnya memiliki ke delapan inteligensi diatas dengan derajat yang berbeda-beda untuk setiap tipe inteligensinya.
Dalam bidang pendidikan, implementasi dari konsep MI dari Gardner diatas adalah :
1. Perluasan kurikulum sehingga institusi pendidikan tidak hanya memberikan tekanan pada penguasaan subyek-subyek pendidikan saja tetapi juga pada hal yang sifatnya adalah ketrampilan dan kapasitas peserta didik.
2. Kurikulum selayaknya difokuskan pada topik-topik tertentu yang kemudian dieksplorasi secara lebih mendalam. Inilah yang dimaskud dengan kompetensi.
3. Perbedaan individu peserta didik adalah sebuah kenyataan yang harus dipertimbangkan. Efektivitas proses pendidikan seharusnya mempertimbangkan perbedaan alamiah dari kemampuan individu.
( Sumber : Buku Effective Teaching : Teori dan Aplikasi karangan Daniel Muijs dan David Reynolds, Penerbit Pustaka Pelajar).
Sementara itu menurut versi lain dari sumber yang berbeda (http://www.sekolahindonesia.com/) , konsep MI dari Gardner diidentifikasi tidak tujuh namun sembilan kecerdasan, yaitu :
· Kecerdasan Pertama : logis-matematis
· Kecerdasan Kedua : linguistic-verbal (kebahasaan)
· Kecerdasan Ketiga : spasial-visual
· Kecerdasan Keempat : musikal
· Kecerdasan Kelima : kinestetik-ragawi
· Kecerdasan Keenam : naturalis
· Kecerdasan Ketujuh : intrapersonal
· Kecerdasan Kedelapan : interpersonal
· Kecerdasan Kesembilan : eksistensial
Kecerdasan matematika-logika dan kecerdasan bahasa sering dikategorikan sebagai kecerdasan intelektual yang dulu sering dianggap sebagai faktor kepintaran seseorang. Padahal ada kecerdasan visual, musikal dan kinestetik-ragawi yang juga bisa mempengaruhi keberhasilan dalam dunia kerja. Enam kecerdasan tersebut bisa dikelompokan sebagai kategori keterampilan yang setidaknya harus dimiliki oleh seseorang untuk dapat bertahan hidup.
Tiga kecerdasan berikutnya, yakni naturalis, intrapersonal dan interpesonal dapat membantu seseorang untuk meraih kesuksesan dalam berkarir, berkeluarga dan hubungan antar sesama dan juga terhadap alam. Kecerdasan ini mencakup kemampuan membedakan dan menanggapi dengan tepat suasana hati, temperamen, motivasi, serta hasrat keinginan diri sendiri dan orang lain. Salah satu peneliti yang mendukung kecerdasan emosi ini adalah Daniel Goleman, yang terkenal dengan bukunya, Emotional Intelligence.
Sedang kecerdasan spiritual dapat membantu seseorang untuk menemukan kebahagiaan dalam hidupnya karena sudah menyadari makna hidup itu sendiri. Seseorang yang mengasah kecerdasan spiritualitasnya akan memiliki kelebihan yang terlihat dari integritas, karakter dan nilai hidup yang dimilikinya.
Beragam aspek kecerdasan dalam diri seseorang secara bersama-sama membangun tingkat kecerdasan orang tersebut. Kecerdasan beragam inilah yang membuat masing-masing orang memiliki kepribadian yang unik dan tidak sama satu dengan yang lainnya. Seseorang bisa memiliki beberapa bahkan semua kecerdasan tersebut dengan selalu mengasah dan melatih semua potensi yang ada pada dirinya.
Jumat, 13 Maret 2009
Terima kasih ya Allah...
Alhamdulilah... Seharian kejutan yang di berikan Allah begitu menuai hikmah pada perjalanan hidup saya, guna menuju perubahan yang jauh lebih baik (insya Allah). Terima kasih untuk Pak Wahono selaku dosen TP yang telah menceritakan sebuah kisah, yang insya Allah buat kami terus semangat....
Kamis, 12 Maret 2009
7-an ikut TP
saya sangat bersyukur sekali pada Allah karena saya di beri kesempatan untuk menuntut ilmu dari asal saya madura menuju perantauan di malang.. tambah bersyukur lagi saat saya di pertemukan dg Bapak guna mempelajari akan kemajuan tekhnologi. sehingga yang nantinya, di harapkan jauh lebih mudah dalam mengaplikasikannya untuk amar ma'ruf nahi mungkar... mohon bimbingan dan doa tulus Bapak, agar saya bisa terus melakukan tugas khalifah sesuai yang di sebut dalam surat Al-baqarah...
syukran katsir wa jazakumullah....
syukran katsir wa jazakumullah....
TTS ane di isi ya....
Across:
1. salah satu cara menentukan kwalitas tes
5. orang yang mampu menyiapkan peserta didik untuk bertanggung jawab dalam membangun peradaban yang berkualitas dimasa depan
6. salah satu tookoh pendidikan nasional yang terkenal dengan karya -karya,yaitu menjadi guru profesional dan kurikulum yang di sempurnakan ialah...
8. kins of test
10. tipe pendekatan pembelajaran yang terpusat pada isi program, di cetuskan oleh...
11. At-tarbiyah
Down:
2. salah satu tokoh ilmu kalam
3. skor maximal ideal
4. pembelajaran aktif,inovatif,kreatif,efektif dan menyenangkan
7. data yang berbentuk pecahan hitungan
9. kurikulum lokal
11. salah satu penilaian dari siswa yang di jadikan patokan bagi guru
12. paradigma dari penelitian kuantitatif
Selasa, 10 Maret 2009
Ummu Asiyah (Care 2 Share)
Bismillaahirrohmaanirrohiim..
Assalaamu'alaikum...........
Saya hanyalah seorang hamba-NYA yang dhoif. Saya hanya ingin secara bertahap dan istiqomah untuk terus menuntut ilmu sebagai bekal saya di dunia dan akhirat, dengan berusaha untuk tidak keluar dari apa yang di wasiatkan oleh kekasih di atas kekasih yang terkasih yaitu Rasulullah SAW. Terutama untuk mengaplikasikan pada keluarga saya...
let's join with me... care 2 share 'bout islam and general knowledge.... Fastabiqul khairat ....
May Allah bless us...
salam kenal...
Assalaamu'alaikum...........
Saya hanyalah seorang hamba-NYA yang dhoif. Saya hanya ingin secara bertahap dan istiqomah untuk terus menuntut ilmu sebagai bekal saya di dunia dan akhirat, dengan berusaha untuk tidak keluar dari apa yang di wasiatkan oleh kekasih di atas kekasih yang terkasih yaitu Rasulullah SAW. Terutama untuk mengaplikasikan pada keluarga saya...
let's join with me... care 2 share 'bout islam and general knowledge.... Fastabiqul khairat ....
May Allah bless us...
salam kenal...
Langganan:
Komentar (Atom)
.jpg)